MaY

An Ordinary Girl in the big world...




Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Hypnotherapy

Kamis, 07 Juli 2011

Apakah hipnoterapi Itu?

Hipnoterapi adalah suatu teknik terapi pikiran menggunakan hipnotis. Sedangkan hipnotis bisa diartikan sebagai ilmu untuk memberi sugesti atau perintah kepada pikiran bawah sadar. Orang yang ahli dalam menggunakan hipnotis untuk terapi disebut "hypnotherapist".

Apa bedanya Hipnoterapi dan Stage Hypnosis?

Meskipun sama-sama menggunakan hipnotis sebagai sarananya, hipnoterapi sangat berbeda dengan stage hypnosis (hipnotis untuk pertunjukan atau permainan seperti yang Anda lihat di Televisi). Dalam stage hypnosis subyek dihipnotis untuk diberi perintah lucu yang sifatnya sementara, misalnya subyek diperintahkan tidak bisa bangun dari tempat duduk, lupa nama sendiri, halusinasi, melihat sesuatu yang sesungguhnya tidak ada dan semacamnya.

Sedangkan dalam hipnoterapi, tujuan klien adalah menyelesaikan masalah atau meningkatkan kemampuan diri, yang mana hasil dari hipnoterapi diharapkan bisa bertahan untuk selamanya. Maka dari itu teknik yang digunakan pun berbeda. Dalam hipnoterapi Anda tidak hanya duduk diam dan mendengarkan sugesti dari hypnotherapist. Ketika hipnoterapi berlangsung, pikiran Anda akan diajak berdiskusi untuk menyelesaikan masalah yang Anda hadapi. Hipnoterapi tidak sama dengan stage hypnosis yang sifatnya main perintah saja dan ahli hipnotis terlihat sok berkuasa. Dalam hipnoterapi, klien dan hypnotherapist bekerja sama untuk meraih tujuan.

Hipnoterapi yang kami lakukan bukan untuk supaya Anda melakukan sesuatu sesesuai keinginan hypnotherapist, melainkan agar Anda bisa mencapai keinginan Anda sendiri. Anda tidak akan dibuat tidak sadar atau tidak berdaya, melainkan Anda akan dibimbing supaya Anda bisa menyadari kekuatan diri Anda sendiri sehingga masalah yang Anda alami bisa Anda atasi sendiri dengan menggunakan kebijaksanaan dan kekuatan Pikiran Bawah Sadar Anda.

Apakah semua hypnotherapist sama?

Seseorang yang bisa menghipnotis belum tentu bisa melakukan hipnoterapi dengan benar dan efektif, dan juga tidak semua orang yang mengaku sebagai "hypnotherapist" punya kemampuan yang sama baiknya. Maka dari itu, Anda harus pandai-pandai memilih hypnotherapist yang kompeten dan bisa diandalkan. Ingat, seseorang yang bisa menghipnotis belum tentu bisa melakukan terapi dengan benar dan efektif. Cara atau teknik menghipnotis sangat mudah di pelajari. Bahkan kami pun mengajarkan hipnotis dalam 2 hari saja dan orang dijamin bisa mempraktekkan hipnotis. Namun untuk melakukan terapi dengan hipnotis (hipnoterapi) diperlukan pengetahuan yang mendalam terhadap pikiran manusia dan memahami kasus yang ditangani.

Seperti apa rasanya dalam kondisi hipnotis?

Banyak orang yang belum tahu hipnotis, menganggap bahwa kondisi hipnotis itu sama dengan tidur atau pingsan. Sebenarnya, kondisi hipnotis adalah kondisi relaksasi pikiran yang biasanya disertai relaksasi tubuh seperti ketika Anda merilekskan tubuh Anda menuju tidur di malam hari. Ketika Anda dihipnotis, Anda akan merasakan seluruh tubuh rileks, pikiran fokus, perasaan damai, dan Anda tetap bisa mendengar suara di sekitar Anda. Ketika Anda dalam kondisi hipnosis, Anda tidak tidur dan tidak juga seperti pingsan. Anda tetap sadar sepenuhnya, namun kesadaran Anda meluas hingga ke pikiran bawah sadar.

Apa maksudnya kesadaran meluas ke bawah sadar?

Manusia punya empat level pikiran, yaitu pikiran tidak sadar (unconscious), pikiran bawah sadar (subconscious), pikiran sadar (conscious) dan pikiran super sadar (Superconscious). Unconscious mengendalikan fungsi biologis tubuh Anda, subconscious berisi perasaan dan rekaman kejadian-kejadian yang tidak sudah tidak Anda sadari, conscious berfungsi sebagai pusat logika dan kehendak, dan Superconscious merupakan pusat kebijaksanaan hidup.

Masalah psikologis dan psikosomatis, seringkali karena adanya konflik antara pikiran sadar dan bawah sadar. Selama Anda belum bisa memahami maksud dari bawah sadar Anda, maka masalah terus menerus terjadi. Nah, hipnoterapi akan membantu Anda menyadari apa yang selama ini tidak Anda sadari. Dalam sesi hipnoterapi, Anda akan diajak mengamati dan memahami pikiran bawah sadar Anda, kemudian menyelesaikan masalah yang ada di bawah sadar dengan teknik terapi yang disesuaikan dengan jenis masalah Anda.

Apakah hipnotis sama dengan menguasai pikiran orang lain?

TIDAK. Misalkan kami menghipnotis Anda. Meskipun Anda berada dalam kondisi hipnotis, bukan berarti Anda akan melaksanakan semua perintah kami. Pikiran bawah sadar tetap melindungi Anda dari sugesti yang merugikan dan melanggar keyakinan yang Anda anut. Misalnya, kami memerintahkan Anda untuk memotong jari Anda sendiri atau meludahi kitab suci agama Anda, maka Anda pasti menolak, bahkan Anda langsung terbangun dari hipnotis. Jika kami menghipnotis Anda, bukan berarti kami menguasai pikiran Anda. Memang benar sugesti kami akan sangat kuat pengaruhnya pada pikiran dan tubuh Anda, tetapi hanya sugesti yang tidak merugikan dan tidak melanggar keyakinan Anda.

Apakah hipnotis bisa digunakan untuk kejahatan?

TIDAK. Hasil penelitian oleh para pakar hipnotis menyatakan bahwa hipnotis tidak bisa digunakan untuk kejahatan. Aksi kejahatan yang sering diberitakan sebagai "kejahatan hipnotis" sebenarnya tidak menggunakan hipnotis. Media masa dan masyarakat menyebut-nya sebagai hipnotis karena mereka belum tahu hipnotis yang sebenarnya. Menurut pengamatan kami, aksi-aksi kejahatan yang diberitakan sebagai "kejahatan hipnotis itu" tidak lain hanya penipuan atau perampasan yang menggunakan obat tidur / obat bius.

Apakah hipnotis menggunakan kekuatan supranatural?

TIDAK. Hipnotis adalah ilmu pengetahuan ilmiah walaupun terlihat misterius bagi orang yang belum mengenalnya. Seorang ahli hipnotis tidak memakai kekuatan supranatural, gaib, mistik, atau bantuan makhluk halus. Hipnotis menggunakan sugesti atau pengaruh kata-kata yang disampaikan dengan teknik-teknik tertentu. Satu-satunya kekuatan dalam hipnotis adalah komunikasi. Kami hanya bisa menghipnotis Anda jika Anda memahami bahasa yang kami gunakan. Kami tidak bisa menghipnotis orang Inggris dengan Bahasa Indonesia, kecuali orang Inggris itu paham Bahasa Indonesia.

Apa syarat orang yang bisa dihipnotis?

Banyak orang menganggap bahwa orang yang bisa dihipnotis adalah orang yang bodoh atau lemah pikirannya. Ini adalah anggapan yang salah. Faktanya, seseorang hanya bisa dihipnotis apabila orang tersebut cukup cerdas, mampu berkonsentrasi dan bisa berimajinasi. Hypnosis tidak bisa diterapkan kepada orang gila, idiot, orang tuli, atau anak kecil yang belum bisa berkomunikasi dua arah. Semakin cerdas seseorang semakin mudah dihipnotis. Jadi, jangan gembira kalau Anda merasa tidak akan bisa dihipnotis.

Apakah hipnotis bisa digunakan untuk memaksa orang lain?

Hipnotis tidak bisa terjadi karena paksaan. Seseorang hanya bisa terhipnotis apabila dia mau mengikuti perintah sang ahli hipnotis. Hipnotis adalah teknik persuasi atau seni berkomunikasi untuk membujuk seseorang melakukan apa yang kita perintahkan. Jika Anda memperhatikan pertujunjukan hipnotis di Televisi, seseorang yang akan dihipnotis adalah orang yang bersedia dihipnotis dan bersedia tampil dalam acara Televisi.

Mereka (orang yang dihipnotis) tahu kalau akan dihipnotis dan tahu dirinya sedang disorot kamera. Dari awal mereka sudah bersedia mengikuti perintah sang ahli hipnotis. Mereka pun sudah tahu bahwa mungkin mereka akan "dipermainkan" apabila mereka mau dihipnotis. Namun karena mereka ingin masuk Televisi atau karena ingin mencoba rasanya dihipnotis atau karena motivasi lainnya (misalnya imbalan uang), maka mereka bersedia "dipermainkan".

Apa bedanya hypnosis, hipnosis, hipnotis, dan hipnotisme?

Tidak ada bedanya. Semua itu hanya perbedaan istilah saja. Semua kata di atas merujuk pada pengertian yang sama, yaitu: ilmu untuk memberi sugesti atau perintah kepada pikiran bawah sadar secara langsung.

Apakah saya akan selalu jujur ketika dalam kondisi hipnotis?

Anda tetap bisa berbohong walaupun dalam kondisi hipnotis. Bahkan Anda bisa membuat kebohongan lebih sempurna dibanding ketika sadar, karena kondisi hipnotis membuat Anda semakin kreatif, termasuk kreatif mengarang cerita. Dalam kondisi hipnotis, apabila seseorang bertanya tentang rahasia pribadi yang tidak ingin Anda beberkan, maka pikiran bawah sadar tidak mau menjawab.

Apa saja manfaat hipnoterapi?

Sangat banyak manfaat hipnotis. Kami tidak bisa membatasi apa saja yang bisa atau tidak bisa dibantu dengan hipnoterapi. Karena hipnoterapi adalah ilmu untuk mengeksplorasi kekuatan pikiran, maka segala masalah yang berkaitan dengan pikiran dan perasaan bisa dibantu dengan hipnoterapi. Kunci perubahan ada di Pikiran Bawah Sadar. Anda bisa menjadi apapun yang Anda inginkan, asalkan Anda bisa merubah program yang ada di Pikiran Bawah Sadar Anda.

Berbagai manfaat hipnoterapi bisa Anda baca

Apa efek samping setelah dihipnotis atau mengikuti hipnoterapi?

Hipnotis dan hipnoterapi sangat aman apabila dilakukan oleh orang yang benar-benar memahami bidang ini. Sama sekali tidak ada efek samping yang merugikan apabila Anda dihipnotis atau mengikuti hipnoterapi. Mungkin Anda takut tidak bisa bangun dari hipnotis atau takut akan kehilangan ingatan Anda setelah bangun dari kondisi hipnotis. Namun faktanya, tidak pernah ada orang yang tidak bisa bangun dari hipnotis atau menjadi lupa ingatan karena hipnotis..

Apa hubungannya hipnotis dengan arloji atau pendulum?

Para ahli hipnotis jaman dulu menggunakan pendulum atau arloji seperti gambar disamping untuk memfokuskan perhatian orang yang akan dihipnotis. Oleh karena itulah arloji menjadi ikon hipnotis sampai sekarang. Namun , pada prakteknya, para ahli hipnotis saat itu sudah jarang yang menggunakan arloji sebagai alat untuk menghipnotis. Kami pun tidak pernah menggunakannya karena kami rasa kurang praktis, dan dengan ilmu hipnotis yang berkembang pesat sampai saat ini, kami bisa menghipnotis orang lain tanpa peralatan apapun dalam waktu cepat.

Apa yang dimaksud Pikiran Sadar dan Pikiran Bawah Sadar?

Manusia punya satu pikiran yang prosesnya terdiri dari dua bagian. Pikiran Sadar adalah proses mental yang bisa Anda kendalikan dengan sengaja. Pikiran Bawah Sadar adalah proses mental yang berfungsi secara otomatis sehingga Anda tidak menyadarinya dan sulit untuk dikendalikan secara sengaja.

Pikiran sadar mempunyai 4 fungsi utama, yaitu: mengenali informasi yang masuk dari panca indra, membandingkan dengan memori kita, menganalisa, dan kemudian memutuskan respon spesifik terhadap informasi tersebut. Sedangkan pikiran bawah sadar berfungsi memproses kebiasaan, perasaan, memori permanen, kepribadian, intuisi, kreativitas, dan keyakinan.

Pengaruh pikiran bawah sadar terhadap diri kita adalah 9 kali lebih kuat dibandingkan pikiran sadar. Itulah mengapa banyak orang yang sulit berubah meskipun secara sadar mereka sangat ingin berubah. Apabila terjadi pertentangan keinginan antara pikiran sadar dan bawah sadar, maka pikiran bawah sadar selalu menjadi pemenangnya.

Misalnya, sebagian besar perokok tahu bahwa merokok itu merugikan. Bahkan tidak sedikit yang ingin berhenti merokok. Namun mereka seolah tidak bisa lepas dari rokok, meskipun segala usaha telah dilakukan. Hal ini terjadi karena pikiran bawah sadarnya selalu menginginkan rokok. Tidak peduli sekuat apapun pikiran sadar berusaha menolak rokok, selama pikiran bawah sadarnya masih suka rokok, maka berhenti merokok adalah hal yang mustahil.

Penyebab gagalnya hipnoterapi:

  • Ketidakmampuan terapis untuk membimbing klien sampai deep trance. Untuk hasil terapi yang maksimal, seorang klien harus dibimbing untuk memasuki kondisi hipnotis yang dalam yang disebut somnambulism. Dalam kondisi ini kemampuan klien untuk menerima sugesti sangat tinggi.

  • Minimnya teknik terapi yang diketahui oleh terapis. Beberapa hypnotist pemula hanya menggunakan teknik direct suggestion atau memberi sugesti secara langsung. Padahal ada banyak sekali teknik terapi yang perlu dipahami untuk bisa melakukan hipnoterapi yang berhasil menyelesaikan berbagai masalah.

  • Kesalahan dalam semantik atau pemilihan kalimat sugesti. Pikiran manusia bekerja dengan program-program yang ada di dalamnya. Dan program tersebut terbentuk dari susunan kata-kata. Memberi sugesti merupakan salah satu cara menanamkan program ke pikiran kita. Apabila susunan program kita salah, maka hasilnya pun akan salah.





Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Kontrol Emosi

Rabu, 06 Juli 2011

Menelusur wikipedia mencari arti Emosi yaitu adaptasi evolusi, karena meningkatkan kemampuan organisme untuk mengalami dan mengevaluasi lingkungannya dan kemudian menambah kemungkinan hidup dan bereproduksi, dengan mempersiapkan rencana sederhana untuk berbagai tingkah yang diperlukan, seperti mendekati atau menjauhi obyek yang (tidak) bisa dicerna, bersaing bersama organisme lain atau lari jika organisme itu terlalu kuat (kemarahan vs. ketakutan), dan membentuk atau kehilangan ikatan kooperatif berdasarkan pada altruisme berbalasan (kebanggaan vs. kesedihan) dengan organisme lain. Kata "emosi" diturunkan dari kata bahasa Perancis, émotion, dari émouvoir, 'kegembiraan' dari bahasa Latin emovere, dari e- (varian eks-) 'luar' dan movere 'bergerak'. "Motivasi" juga diturunkan dari movere

Apa sih gunanya emosi? Emosi sebenarnya merupakan sinyal komunikasi yang berasal dari pikiran bawah sadar. Setiap emosi mempunyai makna dan tujuan yang sangat spesifik yang sangat bermanfaat bagi diri kita. Namun sayang, tidak banyak orang yang tahu, mau repot-repot untuk mencari tahu, atau benar-benar mengerti makna yang terkandung dalam setiap emosi. Yang terjadi saat ini coba deh lihat di jalan raya, di kantor, di keluarga, setiap orang tidak dapat mengkontrol emosinya. Orang yang tidak bisa mengkontrol emosi akan mudah gelap mata, dan berfikir Irasional, karena secara langsung Emosi bisa mempengaruhi logika.

Jadi saat kita ingin sukses, kita pasti tidak akan luput dalam berinteraksi dengan sesama orang untuk mencapai tujuan kita. Nah dalam berinteraksi ini kita harus bisa mengontrol atau menempatkan emosi yang tepat yang dalam berinteraksi, misal ketika kita berbicara dengan orang yang tersenyum, kita harus ikut tersenyum sebagai reaksi yang tepat, dan kita akan mendapat hasil yang baik, kita akan mendapat hasil yang berlawanan ketika seseorang tersenyum dan kita memberi reaksi marah, yang terjadi komunikasi kita dengan orang tersebut akan terjadi salah arah, atau tidak akan terjadi komunikasi yang baik.

Sebenarnya Ada banyak kata yang mewakili emosi. Misalnya sedih, stres, putus asa, kecewa, marah, senang, bahagia, frustrasi, gembira, gelisah, depresi, terluka, iri/dengki, kesepian, rasa bosan, takut, jengkel, khawatir, cemas, rasa bersalah, tersinggung, dendam, sakit hati, rasa tidak mampu, benci, perasaan tidak nyaman, bahagia, tersanjung, cinta, dll, dalam berinteraksi kita harus bisa menemukan lawan yang tepat dari emosi lawan bicara kita untuk mendapat komunikasi yang baik.

Beberapa ciri-ciri orang yang tidak mampu mengandalikan emosinya :
  1. Berkata keras dan kasar pada orang lain.
  2. Marah dengan merusak atau melempar barang-barang di sekitarnya.
  3. Ringan tangan pada orang lain di sekitarnya.
  4. Melakukan tindak kriminal / tindak kejahatan.
  5. Melarikan diri dengan narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, dsb.
  6. Menangis dan larut dalam kekesalan yang mendalam.
  7. Dendam dan merencanakan rencana jahat pada orang lain. dsb…

Cara Mengendalikan Emosinya :

1. Rasakan Yang Orang Lain Rasakan
Cobalah bayangkan apabila kita marah kepada orang lain. Nah, sekarang tukar posisi di mana anda menjadi korban yang dimarahi. Bagaimana kira-kira rasanya dimarahi. Kalau kemarahan sifatnya mendidik dan membangun mungkin ada manfaatnya, namun jika marah membabi buta tentu jelas anda akan cengar-cengir sendiri.

2. Tenangkan Hati Di Tempat Yang Nyaman
Jika sedang marah alihkan perhatian anda pada sesuatu yang anda sukai dan lupakan segala yang terjadi. Tempat yang sunyi dan asri seperti taman, pantai, kebun, ruang santai, dan lain sebagainya mungkin tempat yang cocok bagi anda. Jika emosi agak memuncak mingkin rekreasi untuk penyegaran diri sangat dibutuhkan.

3. Mencari Kesibukan Yang Disukai
Untuk melupakan kejadian atau sesuatu yang membuat emosi kemarahan kita memuncak kita butuh sesuatu yang mengalihkan amarah dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan dan dapat membuat kita lupa akan masalah yang dihadapi. Contoh seperti mendengarkan musik, main ps2 winning eleven, bermain gitar atau alat musik lainnya, membaca buku, chating, chayang-chayangan dengan kekasih pujaan hati, menulis artikel, nonton film box office, dan lain sebagainya. Hindari perbuatan bodoh seperti merokok, make narkoba, dan lain sebagainya.

4. Curahan Hati / Curhat Pada Orang Lain Yang Bisa Dipercaya
Menceritakan segala sesuatu yang terjadi pada diri kita mungkin dapat sedikit banyak membantu mengurangi beban yang ada di hati. Jangan curhat pada orang yang tidak kita percayai untuk mencegah curhatan pribadi kita disebar kepada orang lain yang tidak kita inginkan. Bercurhatlah pada sahabat, pacar / kekasih, isteri, orang tua, saudara, kakek nenek, paman bibi, dan lain sebagainya.

5. Mencari Penyebab Dan Mencari Solusi
Ketika pikiran anda mulai tenang, cobalah untuk mencari sumber permasalahan dan bagaimana untuk menyelesaikannya dengan cara terbaik. Untuk memudahkan gunakan secarik kertas kosong dan sebatang pulpen untuk menulis daftar masalah yang anda hadapi dan apa saja kira-kira jalan keluar atau solusi masalah tersebut. Pilih jalan keluar terbaik dalam menyelesaikan setiap masalah yang ada. Mungkin itu semua akan secara signifikan mengurangi beban pikiran anda.

6. Ingin Menjadi Orang Baik
Orang baik yang sering anda lihat di layar televisi biasanya adalah orang yang kalau marah tetap tenang, langsung ke pokok permsalahan, tidak bermaksud menyakiti orang lain dan selalu mengusahakan jalan terbaik. Pasti anda ingin dipandang orang sebagai orang yang baik. Kalau ingin jadi penjahat, ya terserah anda.

7. Cuek Dan Melupakan Masalah Yang Ada
Ketika rasa marah menyelimuti diri dan kita sadar sedang diliputi amarah maka bersikaplah masa bodoh dengan kemarahan anda. Ubah rasa marah menjadi sesuatu yang tidak penting. Misalnya dalam hati berkata : ya ampun…. sama yang kayak begini aja kok bisa marah, nggak penting banget sich…

8. Berpikir Rasional Sebelum Bertindak
Sebelum marah kepada orang lain cobalah anda memikirkan dulu apakah dengan masalah tersebut anda layak marah pada suatu tingkat kemarahan. Terkadang ada orang yang karena diliatin sama orang lain jadi marah dan langsung menegur dengan kasar mengajak ribut / berantem. Masalah sepele jangan dibesar-besarkan dan masalah yang besar jangan disepelekan.

9. Diversifikasi Tujuan, Cita-Cita Dan Impian Hidup
Semakin banyak cita-cita dan impian hidup anda maka semakin banyak hal yang perlu anda raih dan kejar mulai saat ini. Tetapkan impian dan angan hidup anda setinggi mungkin namun dapat dicapai apabila dilakukan dengan serius dan kerja keras. Hal tersebut akan membuat hal-hal sepele tidak akan menjadi penting karena anda terlalu sibuk dengan rajutan benang masa depan anda. Mengikuti nafsu marah berarti membuang-buang waktu anda yang berharga.

10. Kendalikan Emosi Dan Jangan Mau Diperbudak Amarah
Orang yang mudah marah dan cukup membuat orang di sekitarnya tidak nyaman sudah barang tentu sangat tidak baik. Kehidupan sosial orang tersebut akan buruk. Ikrarkan dalam diri untuk tidak mudah marah. Santai saja dan cuek terhadap sesuatu yang tidak penting. Tujuan hidup anda adalah yang paling penting. Anggap kemarahan yang tidak terkendali adalah musuh besar anda dan jika perlu mintalah bantuan orang lain untuk mengatasinya.

11. Untuk meredam amarah orang lain sebaiknya kita tidak ikut emosi ketika menghadapi orang yang sedang dilanda amarah agar masalah tidak menjadi semakin rumit. Cukup dengarkan apa yang ingin ia sampaikan dan jangan banyak merespon. Tenang dan jangan banyak hiraukan dan dimasukkan dalam hati apa pun yang orang marah katakan. Cukup ambil intinya dan buang sisanya agar kita tidak ikut emosi atau menambah beban pikiran kita.

12. Jika marahnya karena sesuatu yang kita perbuat maka kalau bukan kesalahan kita jelaskanlah dengan baik, tapi kalau karena kesalahan kita minta maaf saja dan selesaikanlah dengan baik penuh ketenangan batin dan kesabaran dalam mengatasi semua kemarahannya. Lawan api dengan air, jangan lawan api dengan api. Semoga berhasil menjinakkan emosi rasa marah anda.

Sebenarnya sederhana, dan tidak perlu biaya mahal, kita hanya perlu tenang, berfikiran positif, fokus, hal tersebut bisa membuat kita mengontrol Emosi. Jika semua orang bisa mengontrol emosi, hidup ini akan nyaman dan indah, serta tujuan kita akan mudah tercapai, dengan ini saya mengajak teman-teman untuk bisa mengontrol emosi dengan terus berfikir positif, tenang,dan tawakal. Semoga tulisan singkat ini bisa bermanfaat bagi rekan semuanya.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Menjadi Pribadi Yang Tangguh


Para pakar kejiwaan memandang pikiran sebagai faktor terpenting bagi kehidupan manusia. Hampir semua sistem kehidupan kita, gerak tubuh, suasana hati, bahkan hidup kita, dikontrol oleh pikiran. Ketika kita melihat pacar atau pasangan kita berjalan di depan kita, pikiran kita mungkin akan memerintahkan mulut kita untuk menegurnya, menyuruh kaki kita mempercepat langkah, atau meminta kita untuk tidak melakukan apa-apa.


Demikian pula halnya dengan perasaan kita, dengan informasi yang terkumpul di otak, pikiran memberikan perintah-perintah khusus kepada "hati" untuk menentukan suasana yang diinginkan. Umpamanya, suatu hari kita ditinggal kekasih, pikiran kita akan memilih informasi-informasi yang berhubungan dengan kehidupan cinta kita dengannya, yang terekam oleh otak. Katakanlah pikiran kita memilih informasi yang berhubungan dengan hal-hal indah, yang pernah kita alami bersamanya. Pikiran kita akan mengolahnya dan menghasilkan instruksi, umpamanya, kita menyesal dan sedih karena semua keindahan itu harus berakhir.


Instruksi akan diteruskan ke "hati" melalui perangkat psikologis kita, dan perasaan kita pun menjadi sedih. Sebaliknya, apabila pikiran kita memilih informasi-informasi yang berhubungan dengan hal-hal menyebalkan dari si dia, umpamanya hidung peseknya, kebiasaan buruknya, atau kesukaannya berutang, pikiran kita akan mengolahnya menjadi instruksi bahwa kita senang dan bahagia karena mimpi buruk itu telah berakhir. Hati kita pun senang karenanya.


Faktual dan sensitif

Bila pengaruh pikiran sangat kuat terhadap perasaan kita, berarti kita orang faktual, orang yang selalu bertindak atau bersikap berdasarkan fakta. Tetapi bila pengaruh pikiran sangat lemah terhadap perasaan kita, maka kita termasuk orang sensitif.


Orang faktual biasanya lebih mampu mengendalikan perasaan. Soalnya, pikirannya mampu mengolah fakta-fakta yang terekam di otak secara lebih mendetil sebelum dimasukkan ke "hati". Sebaliknya, orang sensitif akan cenderung emosional, karena biasanya pada saat merespons realitas yang tengah dihadapi, pikirannya tidak mengolah kembali fakta-fakta yang terekam di otak, akan tetapi langsung memasukkannya ke dalam "hati" apa adanya. Ia mengolah informasi dengan perasaannya.


Untuk memperjelas, ambilah contoh seseorang tanpa sengaja melihat kekasihnya tengah duduk berdua dengan orang lain yang berlainan jenis kelamin dan tidak ia kenal. Bila dia orang sensitif, otaknya merekam semua kejadian yang dilihatnya. Pikirannya tidak mengolah melainkan langsung meneruskannya ke dalam "hati" untuk diolah. Karena "hati"-nya yang mengolah, ia mungkin segera mendatangi mereka dan tanpa babibu langsung melayangkan bogem mentah.


Sebaliknya, bila ia seorang faktual, kejadian-kejadian tadi direkam di otaknya, diolah terlebih dahulu oleh pikiran sebelum diteruskan ke "hati". Pikirannya akan membuat pertimbangan-pertimbangan yang diperlukan. Bila kekurangan data, maka ia akan menghasilkan kemungkinan-kemungkinan lain. Misalnya, kemungkinan orang lain itu adalah saudara atau sahabat kekasihnya. Atau mungkin pula teman selingkuh kekasihnya. Kemungkinan-kemungkinan itu kemudian diteruskan ke "hati" sebagai perasaan ingin tahu. Karena pertimbangan pikiran inilah ia mungkin akan mendekatinya untuk mencari tahu hal sebenarnya, ketimbang langsung menghakimi.


Proses itulah yang menyebabkan orang faktual cenderung tenang, penuh perhitungan, dan mampu mengendalikan diri. Sebaliknya, orang sensitif cenderung cepat gelisah, tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan, tidak sabar, dan sukar mengendalikan diri.


Persepsikan kenyataan secara positif

Dengan pengoptimalan pikiran, kita dapat mengendalikan perasaan dan juga kehidupan ke arah yang kita inginkan. Dengan pikiran kita dapat mengubah perasaan sedih menjadi perasaan senang, takut menjadi berani, minder menjadi percaya diri, pesimis menjadi optimis, atau bosan menjadi penuh gairah. Maka tidak salah bila seorang filsuf, Marcus Aurelius, memiliki pandangan bahwa "Hidup kita ditentukan oleh pikiran".


Kalau berpikir tentang hal-hal menyenangkan, maka kita akan menjadi senang. Jika memikirkan hal-hal menyedihkan, kita akan sedih. Begitu pula bila berpikir soal hal-hal menakutkan kita akan menjadi takut.


Rasanya memang sulit dipercaya. Namun, itulah adanya. Stanley R. Welty, Presiden Wooster Brush Company, berpendapat, "Pada saat keluar rumah di pagi hari, kita sendirilah yang menentukan apakah hari itu akan jadi baik atau buruk, karena tergantung bagaimana kita menjalankan pikiran kita. Dapat tidaknya kita menikmati hari itu sangat tergantung pada cara kita berpikir."


Kalau merasa kantung kita menipis, lalu mengeluh seakan-akan kita orang paling sial, bisa jadi hari itu menjadi hari paling membosankan. Tapi bila kita bangun pagi, memandang keluar jendela dan melihat bagaimana burung-burung bersiul menyambut pagi sambil merasakan kesejukan embun, tanpa mempedulikan kantung yang semakin kempis, mungkin kita akan mendapati hari itu sebagai hari baik. Bagaimana pun cuaca hari itu, bagaimana pun beratnya masalah yang dipikul hari itu, pikiranlah yang menentukan kehidupan kita. Yang kita pikirkan ketika itu, itulah hidup kita.


Yang bisa dilakukan adalah mengendalikan pikiran. Jangan biarkan pikiran kita membuat perasaan menjadi tidak enak. Senantiasa persepsikan kenyataan secara positif.


"Bila perlu berusahalah tersenyum dalam menghadapi situasi sesulit apa pun. Ada saat-saat di mana kita harus pasrah dan tertawa. Humor dalam hidup ini sangat penting. Jangan lupa bahwa hal-hal sederhana ini dapat membantu Anda mempertahankan perspektif," kata Dale Carnegie, pendiri Dale Carnegie & Associates.


Bila dalam kesedihan kita mencoba tersenyum, sebenarnya kita tengah mencoba melepaskan diri dari perasaan sedih itu. Saat itu kita tengah menetralkan perasaan negatif di dalam diri. Hal ini sangat baik dan bisa membantu agar kita tidak terlalu larut dalam duka.


Demikian pula ketika tengah dihadapkan pada masalah-masalah berat, senyum kita sedikit banyak akan membantu melepaskan ketegangan. Selanjutnya, biarkan diri relaks, pandang kenyataan di hadapan kita secara positif, karena dengan begitu kita bisa mengambil hikmah dari apa yang tengah dihadapi. Lalu pikirkan hal-hal yang dapat mengembalikan kegembiraan kita.


"Kalau ada masalah, relakslah. Santai saja. Pikirkan saja apa yang akan Anda lakukan selanjutnya, dan apa tindakan Anda untuk itu," kata Welty.

Memang, ada banyak hal yang menyakitkan, yang membuat kita cemas atau kesal. Namun jangan larutkan diri di dalamnya. Jangan biarkan masalah apa pun membuat kita patah semangat. Berpikirlah pada hal-hal positif yang bisa dilakukan. Biarkan semua masalah berlalu tanpa meninggalkan luka fatal.


Dengan begitu kita akan menjadi orang tangguh yang tak mudah jatuh. Pikiran kita menjadi terbiasa untuk selalu positif, dan kita akan lebih mudah mencapai cita-cita. Bukan cuma itu, pikiran positif serta kepercayaan diri kita akan menarik orang lain bergabung dengan kita. Mereka tidak akan membiarkan kita berjalan sendiri menghadapi semua masalah. Malah dengan senang hati akan menemani dan membantu kita melewati semua kesulitan. Dan yang lebih penting, hidup kita akan menjadi lebih menyenangkan



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Bersikap Tegas

Rabu, 29 Juni 2011

"Engkau yang tidak tegaan, sulit mengatakan tidak, dan tersiksa jika harus menolak yang tidak baik, sebetulnya sedang berlaku tidak tegas bagi kebaikanmu sendiri, yang akan menyiksamu dalam penyesalan. Karena, Tidak sampai hati menolak yang tidak baik, sama dengan sampai hati merusak hidupmu sendiri. Dan jika engkau sampai gagal, apakah mereka akan menolongmu?
Ini hidupmu. Tegaslah. Katakan tidak!" (Mario Teguh)


Menurut penelitian, berdasarkan tipe temperamen hanya sekitar tiga persen dari populasi manusia yang memiliki sikap tegas secara alamiah. Selebihnya memiliki ketegasan yang terbentuk dari lingkungan ataupun melalui pengetahuan dan pengalaman.

Lingkungan yang kurang mendukung dapat membentuk pribadi yang lemah dan tidak tegas. Misalnya disebabkan selalu berada dalam posisi sebagai seorang pengikut atau follower. Sering berada di situasi yang tidak memberi peluang untuk mengemukakan pendapat atau mengambil keputusan juga membuat sulit melatih ketegasan sikap.

Namun ketegasan sebenarnya diawali dari diri sendiri. Ketegasan lahir dari keyakinan dan komitmen pribadi terhadap keputusan yang diambil, dan ini terpancar dalam tindakan dan aktivitas Anda.

Seorang wasit pertandingan sepak bola dikeroyok suporter karena dianggap berpihak dan tidak tegas. Banyak sidang pengadilan yang kacau karena ketegasan peradilan terabaikan. Sejarah membuktikan banyak pemerintahan tumbang karena kepemimpinan yang lemah dan kompromis.


Apa yang membuat tidak bisa bersikap tegas ?

  1. Mudah ikut arus. Ketika Anda merasa sulit untuk memilih dan memutuskan sesuatu, biasanya manusia cenderung mengikuti suara terbanyak atau pilihan yang paling populer. Mudah mengikuti arus membuat sulit untuk memiliki jati diri dan tidak tegas dalam menentukan pilihan.
  2. Kurang percaya diri
    Biasanya kita sulit mengambil keputusan jika kita terjebak dalam grey area atau zona abu-abu. Terjebak dalam area ini akan melemahkan rasa percaya diri sehingga sulit untuk bersikap tegas.
  3. Sering bertindak gegabah.
    Ada tipe orang yang berpikir dahulu sebelum bertindak. Namun tidak sedikit pula orang yang bertindak dulu baru berpikir. Biasanya mereka ceroboh dan tergesa-gesa lalu menyesali kembali keputusannya. Orang plin-plan kata-katanya tidak bisa dipegang. Sikap seperti ini sulit dipercaya atau diandalkan dan tidak dapat menjadi seorang pemimpin yang baik.

SOLUSI:

  1. Konsisten. Bersikap tegas berarti konsisten terhadap keputusan yang diambil dan berani menerima konsekuensinya walaupun berat. Bunda Teresa menerapkan sikap konsisten ketika menerima gadis-gadis muda untuk bergabung dalam pelayanan dengan Misionaris Karitas. Ia tidak bersikap lunak, bahkan langsung menyuruh mereka ke tempat orang-orang papa yang menghadapi kematian. Ia ingin semua anggotanya menyadari bahwa tugas itu memang berat, dan ia tidak ingin membuatnya jadi gampang. Tantangan mendorong kita berani mengambil sikap.
  2. Tentukan prioritas & fokus
    Seorang dosen etika memberi ujian kepada mahasiswanya. Dalam 1 jam mereka diminta untuk menuliskan segala sesuatu tentang kebaikan dan kejahatan. Seorang mahasiswa asyik menulis mengenai kebaikan, tanpa menyadari satu jam sudah berlalu. Ketika sang dosen memerintahkan untuk mengumpulkan kertas ujian, dengan terburu-buru si mahasiswa tadi menambahkan tulisan "Saya tidak punya waktu untuk kejahatan". Hikmah yang bisa dipetik adalah fokus. Tentukan sasaran yang jelas dan pilihan yang benar, lalu curahkanlah seluruh perhatian di situ.
  3. Siapkan keputusan yang solid. Dalam Perang Dunia II, serangan terhadap kapal perang Jerman Bismarck yang dilakukan oleh Inggris adalah hasil dari keputusan Winston Churchil. Berulang kali ia menegaskan rincian mengenai penyerbuan itu. Hasilnya ? Dalam tempo beberapa hari kapal Bismarck pun karam. Fakta dan analisa yang tepat membuat kita merasa yakin dan dapat bersikap tegas dalam membuat sebuah keputusan solid.

POINT Penting:

Bersikap tegas adalah soal kepercayaan diri yang tinggi dan kemampuan untuk membela diri. Tegas bukan berarti harus berkata dengan keras dan mengekspresikan diri dengan muka marah, Tetapi tegas adalah berkata dengan jelas dan tidak bertele-tele.

Bersikap tegas juga bisa membuat diri kita di hargai oleh orang lain, untuk itu harus didasari dengan suatu kejujuran. Selain itu sikap tegas bisa membangun kharisma didalam diri kita.


"Ini Hidupku, dan aku berhak atas Hidupku, aku berhak memilih, aku berhak menolak, aku berhak untuk mengatakan Tidak, dan aku harus belajar TEGAS!" (Penulis)

Jadi...mulai sekarang cobalah untuk menentukan untuk siapakah hidup yang kalian jalani agar kita tak slalu jadi pahlawan untuk orang lain tapi tidak untuk diri kita sendiri.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Yes or No????

Selasa, 31 Mei 2011

Terkadang kita merasa jenuh pada suatu pekerjaan ataukah bimbang...atau mungkin sedang berada pada 2 pilihan yang sulit...mungkin beberapa pertanyaan di bawah ini bisa membantu untuk mengatasinya.

Beberapa pertanyaan coba kami sajikan untuk membantu evaluasi mandiri Anda;
  1. Berapa lama Anda bekerja di perusahaan/bidang ini?
  2. Sudahkan Anda berdiskusi tentang masalah ini dengan pihak/personil yang tepat di perusahaan/bidangnya? Informasi apa saja yang Anda dapat? Bagaimana reaksinya dan reaksi Anda sendiri?
  3. Berdasarkan jobdes, apa yang potensial untuk mengembangkan kompetensi skill maupun softskill Anda?
  4. Apa saja tantangan & kendala utama dalam tugas utama Anda sehari-hari?
  5. Bagaimana Anda mengatasinya selama ini?
  6. Pihak mana saja yang telah Anda libatkan untuk mencapai target?
  7. Bagaimana pola kerjasamanya selama ini?
  8. Buatlah daftar pencapaian dari awal masuk hingga hari ini, cermati dinamikanya.
Analisa lebih individualnya:
  1. Apa yang menjadi motivasi utama dalam berkarir?
  2. Apa makna karir bagi Anda?
  3. Bagaiamana pola kerja Anda? Apakah cenderung berorientasi pada presisi dan rutinitas atau diversifikasi dan mobilitas?
  4. Apa yang ingin Anda kembangkan dalam skill & softskill dalam karir?
  5. Aktivitas apa yang paling membuat Anda bersemangat dalam berkarir?
  6. Buatlah peta pengembangan karir & kompetensi dalam 1 & 2 tahun ke depan

Tentukan langkah kedepan setelah menemukan jawabannya.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

MENENTUKAN PRIORITAS

Pernahkah kamu mengemas koper dan memperhatikan masih berapa banyak lagi yang bisa kamu rapihkan dan atur pakaian – pakaianmu ketimbang dengan asal saja memasukkannya ke dalam kopermu?? Sungguh mengejutkan!! Begitu juga dengan hidupmu. Semakin baik kamu menata dirimu, maka akan semakin banyak pula yang bisa kamu kemas ke dalam hidupmu – lebih banyak waktu untuk diri sendiri, dan lebih banyak waktu untuk hal – hal yang utama bagimu.

Saya ingin menunjukkan suatu model menakjubkan yang disebut Kuadran Waktu yang bisa membantumu mengemas lebih banyak (terutama hal – hal yang penting). Kuadran Waktu ini terdiri dari dua unsur utama, yaitu “penting” dan “mendesak”.

Penting – merupakan hal yang paling penting bagimu, kegiatan – kegiatan utama bagimu, yang berkontribusi terhadap tercapainya misi serta sasaranmu. Mendesak – merupakan hal yang menekan, yang menuntut perhatian segera.

Secara umum, kita habiskan waktu kita dalam empat kuadranwaktu yang berbeda, seperti tampak di bawah. Masing – masing kuadran memuat kegiatan – kegiatan yang berbeda dan diwakili oleh satu tipe orang tertentu.


Mendesak Tidak Mendesak
Penting 1

ORANG YANG SUKA

MENUNDA – NUNDA

  • Ujian besok
  • Teman terluka
  • Terlambat masuk kerja
  • Mobil mogok
2

ORANG YANG SUKA MENENTUKAN PRIORITAS

  • Merencanakan, menetapkan sasaran
  • PR yang harus selesai dalam minggu ini
  • Olah raga
  • Membina hubungan
  • Relaksasi
Tidak Penting 3

ORANG YANG “YES – MEN”

  • Telepon yang tidak penting
  • Interupsi
  • Masalah kecil orang lain
  • Tekanan sesama
4

ORANG PEMALAS

  • Terlalu banyak nonton TV
  • Ngobrol tiada henti – hentinya
  • Terlalu banyak main game komputer
  • Maraton dari Mall ke Mall
  • Internetan sepanjang malam

Kalau kamu belum memperhatikannya juga, kita ini hidup di masyarakat yang kecanduan serba urgensi. Generasi sekarang adalah generasi sekarang. Itulah sebabnya kita punya puding instan, nasi minute, hidangan cepat saji, bayar sekali nonton, handphone, dan sebagainya.

Sebenarnya, hal – hal yang mendesaksih tidak ada salahnya. Namun, akan jadi masalah kalau kita menjadi begitu terfokus pada hal –hal yang mendesak sehingga kita menunda hal –hal yang penting walaupun tidak mendesak, seperti mengerjakan laporan sebelum waktunya, jalan – jalan di pegunungan, atau menulis surat penting kepada seorang teman. Semua hal penting ini tersingkir oleh hal – hal yang mendesak, seperti telepon masuk, interupsi, orang mampir, masalah orang lain, dan hal –hal yang “kerjakan sekarang juga”.

Sementara kita menggali lebih dalam ke masing – masing kuadran waktu ini, tanyalah kepada diri kita sendiri, “dalam kuadran waktu yang manakah aku paling banyak menghabiskan waktuku?”


KUADRAN 1 (K1): Orang yang suka menunda – nunda

Marilah kita mulai dengan K1, hal – hal yang mendesak sekaligus penting. Akan selalu ada hal –hal K1 yang tidak dapat kita kendalikan dan harus dilaksanakan, seperti menolong anak yang sakit atau memenuhi batas waktu yang penting. Tetapi kita juga akhirnya malahmenyebabkan banyak sakit kepala di K1 karena kita suka menunda – nunda, seperti kalau kita menunda – nunda PR lalu setengah mati sepanjang malam untuk ujian atau kalau kita telantarkan mobil kita terlalu lama dan harus membawnya ke bengkel. K1 adalah bagian dari hidup, tetapi kalau kamu terlalu banyak menghabiskan waktu di K1, percayalah, kalau kamu akan stres dan jarang berprestasi sesuai potensimu.

Perkenalkan orang yang suka menunda – nunda, yang berlama – lam di K1. Mungkin kamu kenal dia. Motonya adalah, “Aku akan berhenti menunda – nunda —- nanti”, Jangan harap ia mau mengerjakan tugas atau belajar untuk ujian hingga malam terakhir. Dan jangan harap ia maumeluangkan waktu untuk mengisi bensin; biasanya ia terlalu sibuk menyetir.

Orang yang suka menunda – nunda kecanduan kemendesakkan. Ia suka menunda – nuna …… hingga menjadi krisis. Tetapi ia suka seperti itu, karena mengerjakan segalanya pada menit – menit akhir malah membuatnya bersemangat. Malah, otaknya takkan bekerja sebelum ada suatu keadaan darurat. Ia bisa sukses di bawah tekanan.

Saya bisa memaklumi orang yang suka menunda – nunda karena saya sendiri begitu ketika sekolah menengah. Dulu saya suka berpikir, hebat yah kalau bisa tidak belajar sepanjang semester lalu mati – matian pada malam sebelum ujian dan masih mendapatkan nilai yang baik. Alangkah tololnya!! Memang saya lulus, tetapi saya tidak belajar apapun dan saya harus merasakan akibatnya ketika kuliah, dan dalam banyak hal saya masih merasakan akibatnya hingga sekarang. Akibat kabanyakkan menghabiskan wakti di K1 adalah:

  • Stres dan kecemasan
  • Kelelahan
  • Prestasi yang biasa – biasa saja

KUADRAN 2 (K2) : Orang yang suka menentukan prioritas.

Yang terbaik akan kita bahas terakhir nanti, hee….


KUADRAN 3 (K3): Orang yang “Yes – man”

K3 mewakili hal – hal yang mendesak tatapi tidak penting. Kuadran tiga ini dicirikan oleh orang yang berusaha menyenagkan semua orang dan menanggapi semua keinginan mereka. Kuadran 3 ini menipu karena hal – hal yang mendesak tampaknya penting. Sebenarnya, sering kali tidak. Umpamanya, telepon berdering memang mendesak, tetapi sering kali ternyata begitu tidak pentingnya, atau lebih parah lagi, dari seorang pemasar jarak jauh! K3 penuh dengan kegiatan – kegiatan yang penting bagi orang lain tetapi tidak penting bagimu —– hal – hal yang ingin kamu bilang tidak tetapi tidak bisa karena takut menyinggung orang lain.

Perkenalkan orang “Yes – man” di K3, yang sungguh sulit mengatakan tidak kepada apapun atau siapapun. Ia begitu berusaha menyenagkan semua orang sehingga biasanya ia akhirnya malah tidak menyenagkan siapapun, termasuk dirinya sendiri. Ia sering kali takluk kepada tekanan sesama karena ia suka menjadi populer dan tidak mau lain dari pada yang lain. Motonya adalah, “Besok, aku akan bersikap lebih asertif —– kalau kamu tidak keberatan”.

Kalau teman –temannya mampir secara mendadak dan inginmengajaknya begadang, ia pokoknya tidak berani menolak mereka. Ia tidak mau mengecewakan teman – temannya. Tidak menjadi soal, apakah keesokkan harinya ia ada ujian berat dan perlu belajar dan perlu tidur.

Walaupun ia bilang kepada adiknya bahwa ia akan membantu mengerjakan soal matematika, ia tidak bisa menolak telepon masuk yang menghabiskan waktunya walaupun tidak penting.

Ia sebenarnya tidak begitu mau ikut tim renang, ia lebih memilih kesenian, tetapai ayahnya perenang, dan tentunya ia tidak mau mengecewakan ayahnya.

Saya rasa kita semunya, termasuk diri saya sendiri, punya sedikit K3 di dalam diri kita. Tetapi kita takkan mencapai banyak kalau kita mengatakan ya kepada segalanya dan tidak pernah belajar memfokuskan pada yang penting. Komedia Bill Cosby mengatakannya dengan baik: “Saya tidak tahu kunci sukses, tetapi kunci kegagalan adalah berusaha menyenangkan semua orang”. K3 adalah salah satu kuadran terburuk untuk ditempati karena tidak mempunyai tulang punggung. Kuadran ini berubah – ubah dan akan ikut arah angin. Akibatnya kebanyakkan menghabiskan waktu di K3 adalah:

  • Mendapat reputasi “tukang menyenagkan orang”
  • Kurang disiplin
  • Merasa seperti keset kaki bagi orang laain yang menginjak – injaknya.

KUADRAN 4 (K4) : Pemalas

K4 adalah kategori kesia – siaan dan ekses. Kegiatan – kegiatan ini tidak mendesak danjuga tidak penting. Perkenalkan si pemalas yang berlama – lama di K4. Ia senang segala sesuatu yang berlebihan seperti terlalu banyak nonton TV, terlalu banyak tidur, terlalu banyak main video games, terlalu banyak lihat internet, dan lain – lain. Dua hobi utamanya adalah ngobrol tiga jam di telepon dan maraton dari mal ke mal setiap akhir pekan.

Ia benar – benar suka buku komik. Malah, ia bisa baca lusinan buku komik dalam seminggu. Ia tidak pernah punya pekerjaan. Tetapi ia masih muda dan sehat, maka untuk apa ia bekerja?? Sekolah tentunya, adalah hal terakhir yang dipirkannya. Ia lebih memilih, kamu pasti tahu dong!! “Mejeng”…

Pergi nonton, ngpbrol lewat internet, atau mejeng saja adalah bagian dari gaya hidup yang sehat. Hanya saja, kalau dilakukan secara berlebihan, maka jadi buang – buang waktu. Kamu pasti tahu kalau kamu melewati batasnya. Nonton film di TV mungkin memang kamu butuhkan untuk rileks, dan itu OK – OK saja. Tetapi nonton film kedua, ketiga, atau bahkan keempat (padahal sudah kamu tonton enam kali) hingga pukul 2 subuh mengubah malam yang rileks menjadi malam yang sia – sia. Akibat hidup dalam K4 adalah:

  • Kurang bertanggung jawab
  • Rasa bersalah
  • Malas

KUADARAN 2 (K2) : Orang yang suka menentukan prioritas

Sekarang kembali ke K2. K2 adalah hal – hal yang penting tetapi tidak mendesak, seperti relaksasi, membangun persahabatan, olah raga, merencanakan dulu, dan mengerjakan PR … tepat waktu!! Ini adalah kuadran kesempurnaan —– tempat dimana kita ingin berada. Kegiatan – kegiatan K2 penting. Tetapi apakah kegiatan – kegiatan K2 mendesak?? Tidak!! Dan itulah sebabnya kita sulit mengerjakannya. Umpamanya, mendapatkan pekerjaan magang liburan yang baik, mungkin sangat juga sangat penting bagimu. Tetapi karena masih lama dan tidak mendesak, mungkin kamu menunda – nunda mencari pekerjaan hingga terlambat dan tiba – tiba semua pekerjaan magang yang baik sudah terisi. Seandainya kamu berada di K2, kamu pasti merencanakan dahulu dan menemukan pekerjaan magang yang lebih baik. Takkan memakan waktu lebih banyak kok, hanya saja sedikit perencanan.

Perkenalkan orang yang suka menentukan prioritas. Walaupun sama sekali bukan orang yang sempurna, ia pada dasarnya mawas diri. Ia periksa segala yang perlu ia kerjakan lalu menyusun prioritas, memastikan segala hal yang utama baginya terlaksana duluan dan hal – hal yang kurang penting baginya terlaksana terakhir. Karena ia mempunyai kebiasaan sederhana tetapi ampuh untuk merencakan dulu, biasanya ia mampumengendalikan segalanya dengan baik. Dengan mengerjakan PR – nya tepat waktu, dan menulis skripsinya lebih awal, ia mengerjakan yang terbaik dan terhindar dari stres serta kelelahan kalau ia menunda – nunda dan mengerjakannya sekaligus dalam waktu singkat. Ia meluangkan waktu untuk berolah raga dan memperbarui diri, walaupun untuk itu ia harus mengorbankan hal –hal lain. Orang – orang yang paling penting baginya didahulukan. Walaupun sulit, menjaga keseimbangan itu penting baginya.

Ia belajar mengatakan tidak sambil tersenyum. Kalau teman – temannya mampir mendadak dan mengajaknya pesta, ia akan bilang. “tidak ah, terima kasih. Aku ada ujian besok. Tetapi, bagaimana kalau jumat malam nanti?” Teman – temannya bisa menerimanya dan dalam hati berharap coba mereka juga bisa mengatakan tidak. Ia belajar bahwa menolak tekanan sesama mungkin menjadikannya tidak populer pada mulanya, tetapi lama – kelamaan orang akan menghormatinya. Akibat hidup di K2 adalah:

  • Hidupmu terkendali
  • Keseimbangan
  • Prestasi tinggi

Jadi, di kuadran manakah kamu paling banyak menghabiskan waktumu?? 1, 2, 3, atau4?? Karena pada kenyataannya, kita semua menghabiskan waktu di setiap kuadran ini, kuncinya adalah menggeser sebanyak mungkin waktu kita ke K2. Dan satu – satunya cara menemukan lebih banyak waktu di K2 adalah dengan mengurangi waktu yang kamu habiskan di kuadran lainnya. Beginilah caranya:

  • Ciutkan K1 dengan mengurangi sifat menunda – nunda. Kamu akan selalu banyak kerjaan di K1. Itu pasti!! Tetapi kalau kamu bisa memotong sifat menunda – nunda kamu, separuhnya saja dengan mengerjaka nhal – hal penting lebih awal, maka kamu akan semakin jarang berada di K1. Dan semakin sedikit waktu yang dihabiskan di K1, artinya semakin kurang stres kamu.
  • Katakan tidak terhadap kegiatan – kegiatan di K3. Belajarlah untuk mengatakan tidak terhadap hal – hal yang tidak penting dan menarik kamu dari hal – hal yang memang pentingt. Jangan gampang mau diganggu. Berusaha menyenagkan semua orang adalah seperti anjing berusaha menangkap ekornya. Ingatlah, kalau kamu mengatakan tidak, artinya kamu mengatakan Ya terhadap hal – hal yang penting.
  • Kurangi kegiatan bermalas – malasan di K4. Jangan berhenti malakukan hal – hal ini. Hanya saja, cobalah untu mengurangi frekuensinya. Kamu tidak punya waktu untuk dibuang – buang. Geserlah waktu disini ke K2. Kamu perlu rileks, tetapi ingatlah rileks sejati adalah berada di K2. Sedangkan rileks berlebihan adalah K4.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Manajemen Konflik

Dalam interaksi dan interelasi sosial antar individu atau antar kelompok, konflik sebenarnya merupakan hal alamiah. Dahulu konflik dianggap sebagai gejala atau fenomena yang tidak wajar dan berakibat negatif, tetapi sekarang konflik dianggap sebagai gejala yang wajar yang dapat berakibat negatif maupun positif tergantung bagaimana cara mengelolanya.

Dari pandangan baru dapat kita lihat bahwa pimpinan atau manajer tidak hanya wajib menekan dan memecahkan konflik yang terjadi, tetapi juga wajib untuk mengelola/memanaj konflik sehingga aspek-aspek yang membahayakan dapat dihindari dan ditekan seminimal mungkin, dan aspek-aspek yang menguntungkan dikembangkan semaksimal mungkin.

Definisi Konflik :
Menurut Nardjana (1994) Konflik adalah akibat situasi dimana keinginan atau kehendak yang berbeda atau berlawanan antara satu dengan yang lain, sehingga salah satu atau keduanya saling terganggu.

Menurut Killman dan Thomas (1978), konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan antar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai, baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain. Kondisi yang telah dikemukakan tersebut dapat mengganggu bahkan menghambat tercapainya emosi atau stres yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja (Wijono,1993, p.4)

Menurut Wood, Walace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, dan Osborn (1998:580) yang dimaksud dengan konflik (dalam ruang lingkup organisasi) adalah: Conflict
is a situation which two or more people disagree over issues of organisational substance and/or experience some emotional antagonism with one another.
yang kurang lebih memiliki arti bahwa konflik adalah suatu situasi dimana dua atau banyak orang saling tidak setuju terhadap suatu permasalahan yang menyangkut kepentingan organisasi dan/atau dengan timbulnya perasaan permusuhan satu dengan yang lainnya.

Menurut Stoner Konflik organisasi adalah mencakup ketidaksepakatan soal alokasi sumberdaya yang langka atau peselisihan soal tujuan, status, nilai, persepsi, atau kepribadian. (Wahyudi, 2006:17)

Daniel Webster mendefinisikan konflik sebagai:
1. Persaingan atau pertentangan antara pihak-pihak yang tidak cocok satu sama lain.
2. Keadaan atau perilaku yang bertentangan (Pickering, 2001).

Ciri-Ciri Konflik :

Menurut Wijono( 1993 : 37) Ciri-ciri Konflik adalah :
  1. Setidak-tidaknya ada dua pihak secara perseorangan maupun kelompok yang terlibat dalam suatu interaksi yang saling bertentangan.
  2. Paling tidak timbul pertentangan antara dua pihak secara perseorangan maupun kelompok dalam mencapai tujuan, memainkan peran dan ambigius atau adanya nilai-nilai atau norma yang saling berlawanan.
  3. Munculnya interaksi yang seringkali ditandai oleh gejala-gejala perilaku yang direncanakan untuk saling meniadakan, mengurangi, dan menekan terhadap pihak lain agar dapat memperoleh keuntungan seperti: status, jabatan, tanggung jawab, pemenuhan berbagai macam kebutuhan fisik: sandang- pangan, materi dan kesejahteraan atau tunjangan-tunjangan tertentu: mobil, rumah, bonus, atau pemenuhan kebutuhan sosio-psikologis seperti: rasa aman, kepercayaan diri, kasih, penghargaan dan aktualisasi diri.
  4. Munculnya tindakan yang saling berhadap-hadapan sebagai akibat pertentangan yang berlarut-larut.
  5. Munculnya ketidakseimbangan akibat dari usaha masing-masing pihak yang terkait dengan kedudukan, status sosial, pangkat, golongan, kewibawaan, kekuasaan, harga diri, prestise dan sebagainya.

Penyebab Konflik
Konflik di dalam organisasi dapat disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:

A. Faktor Manusia

  1. Ditimbulkan oleh atasan, terutama karena gaya kepemimpinannya.
  2. Personil yang mempertahankan peraturan-peraturan secara kaku.
  3. Timbul karena ciri-ciri kepriba-dian individual, antara lain sikap egoistis, temperamental, sikap fanatik, dan sikap otoriter.

B. Faktor Organisasi

  1. Persaingan dalam menggunakan sumberdaya. Apabila sumberdaya baik berupa uang, material, atau sarana lainnya terbatas atau dibatasi, maka dapat timbul persaingan dalam penggunaannya. Ini merupakan potensi terjadinya konflik antar unit/departemen dalam suatu organisasi.
  2. Perbedaan tujuan antar unit-unit organisasi.
    Tiap-tiap unit dalam organisasi mempunyai spesialisasi dalam fungsi, tugas, dan bidangnya. Perbedaan ini sering mengarah pada konflik minat antar unit tersebut. Misalnya, unit penjualan menginginkan harga yang relatif rendah dengan tujuan untuk lebih menarik konsumen, sementara unit produksi menginginkan harga yang tinggi dengan tujuan untuk memajukan perusahaan.
  3. Interdependensi tugas.
    Konflik terjadi karena adanya saling ketergantungan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Kelompok yang satu tidak dapat bekerja karena menunggu hasil kerja dari kelompok lainnya.
  4. Perbedaan nilai dan persepsi.
    Suatu kelompok tertentu mempunyai persepsi yang negatif, karena merasa mendapat perlakuan yang tidak “adil”. Para manajer yang relatif muda memiliki presepsi bahwa mereka mendapat tugas-tugas yang cukup berat, rutin dan rumit, sedangkan para manajer senior men¬dapat tugas yang ringan dan sederhana.
  5. Kekaburan yurisdiksional. Konflik terjadi karena batas-batas aturan tidak jelas, yaitu adanya tanggung jawab yang tumpang tindih.
  6. Masalah “status”. Konflik dapat terjadi karena suatu unit/departemen mencoba memperbaiki dan meningkatkan status, sedangkan unit/departemen yang lain menganggap sebagai sesuatu yang mengancam posisinya dalam status hirarki organisasi.
  7. Hambatan komunikasi. Hambatan komunikasi, baik dalam perencanaan, pengawasan, koordinasi bahkan kepemimpinan dapat menimbulkan konflik antar unit/ departemen.
Sumber-Sumber Konflik menurut Wijono (1993, pp.7-15):

1. Konflik Dalam Diri Individu (Intraindividual Conflict)
A. Konflik yang berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai (goal conflict)
  1. Approach-approach conflict, dimana orang didorong untuk melakukan pendekatan positif terhadap dua persoalan atau lebih, tetapi tujuan-tujuan yang dicapai saling terpisah satu sama lain.
  2. Approach-Avoidance Conflict, dimana orang didorong untuk melakukan pendekatan terhadap persoalan-persoalan yang mengacu pada satu tujuandan pada waktu yang sama didorong untuk melakukan terhadap persoalan-persoalan tersebut dan tujuannya dapat mengandung nilai positif dan negatif bagi orang yang mengalami konflik tersebut.
  3. Avoidance-Avoidance Conflict, dimana orang didorong untuk menghindari dua atau lebih hal yang negatif tetapi tujuan-tujuan yang dicapai saling terpisah satu sama lain. Dalam hal ini, approach-approach conflict merupakan jenis konflik yang mempunyai resiko paling kecil dan mudah diatasi, serta akibatnya tidak begitu fatal.

B. Konflik yang berkaitan dengan peran dan ambigius
Di dalam organisasi, konflik seringkali terjadi karena adanya perbedaan peran dan ambigius dalam tugas dan tanggung jawab terhadap sikap-sikap, nilai-nilai dan harapan-harapan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi.
Filley and House memberikan kesimpulan atas hasil penyelidikan kepustakaan mengenai konflik peran dalam organisasi, yang dicatat melalui indikasi-indikasi yang dipengaruhi oleh empat variabel pokok yaitu :
  1. Mempunyai kesadaran akan terjadinya konflik peran.
  2. Menerima kondisi dan situasi bila muncul konflik yang bisa membuat tekanan-tekanan dalam pekerjaan.
  3. Memiliki kemampuan untuk mentolelir stres.
  4. Memperkuat sikap/sifat pribadi lebih tahan dalam menghadapi konflik yang muncul dalam organisasi.
Stevenin (2000, pp.132-133), ada beberapa faktor yang mendasari munculnya konflik antar pribadi dalam organisasi misalnya adanya:
  1. Pemecahan masalah secara sederhana. Fokusnya tertuju pada penyelesaian masalah dan orang-orangnya tidak mendapatkan perhatian utama.
  2. Penyesuaian/kompromi. Kedua pihak bersedia saling memberi dan menerima, namun tidak selalu langsung tertuju pada masalah yang sebenarnya. Waspadailah masalah emosi yang tidak pernah disampaikan kepada manajer. Kadang-kadang kedua pihak tetap tidak puas.
  3. Tidak sepakat. Tingkat konflik ini ditandai dengan pendapat yang diperdebatkan. Mengambil sikap menjaga jarak. Sebagai manajer, manajer perlu memanfaatkan dan menunjukkan aspek-aspek yang sehat dari ketidaksepakatan tanpa membiarkan adanya perpecahan dalam kelompok.
  4. Kalah/menang. Ini adalah ketidaksepakatan yang disertai sikap bersaing yang amat kuat. Pada tingkat ini, sering kali pendapat dan gagasan orang lain kurang dihargai. Sebagian di antaranya akan melakukan berbagai macam cara untuk memenangkan pertarungan.
  5. Pertarungan/penerbangan. Ini adalah konflik “penembak misterius”. Orang-orang yang terlibat di dalamnya saling menembak dari jarak dekat kemudian mundur untuk menyelamatkan diri. Bila amarah meledak, emosi pun menguasai akal sehat. Orang-orang saling berselisih.
  6. Keras kepala. Ini adalah mentalitas “dengan caraku atau tidak sama sekali”. Satu-satunya kasih karunia yang menyelamatkan dalam konflik ini adalah karena biasanya hal ini tetap mengacu pada pemikiran yang logis. Meskipun demikian, tidak ada kompromi sehingga tidak ada penyelesaian.
  7. Penyangkalan. Ini adalah salah satu jenis konflik yang paling sulit diatasi karena tidak ada komunikasi secara terbuka dan terus-terang. Konflik hanya dipendam. Konflik yang tidak bisa diungkapkan adalah konflik yang tidak bisa diselesaikan.

Tahapan-Tahapan Perkembangan kearah terjadinya Konflik :
  1. Konflik masih tersembunyi (laten). Berbagai macam kondisi emosional yang dirasakan sebagai hal yang biasa dan tidak dipersoalkan sebagai hal yang mengganggu dirinya.
  2. Konflik yang mendahului (antecedent condition). Tahap perubahan dari apa yang dirasakan secara tersembunyi yang belum mengganggu dirinya, kelompok atau organisasi secara keseluruhan, seperti timbulnya tujuan dan nilai yang berbeda, perbedaan peran dan sebagainya.
  3. Konflik yang dapat diamati (perceived conflicts) dan konflik yang dapat dirasakan (felt conflict). Muncul sebagai akibat antecedent condition yang tidak terselesaikan.
  4. Konflik terlihat secara terwujud dalam perilaku (manifest behavior). Upaya untuk mengantisipasi timbulnya konflik dan sebab serta akibat yang ditimbulkannya; individu, kelompok atau organisasi cenderung melakukan berbagai mekanisme pertahanan diri melalui perilaku.
  5. Penyelesaian atau tekanan konflik. Pada tahap ini, ada dua tindakan yang perlu diambil terhadap suatu konflik, yaitu penyelesaian konflik dengan berbagai strategi atau sebaliknya malah ditekan.
  6. Akibat penyelesaian konflik. Jika konflik diselesaikan dengan efektif dengan strategi yang tepat maka dapat memberikan kepuasan dan dampak positif bagi semua pihak. Sebaliknya bila tidak, maka bisa berdampak negatif terhadap kedua belah pihak sehingga mempengaruhi produkivitas kerja.
Dampak Konflik
Konflik dapat berdampak positif dan negatif yang rinciannya adalah sebagai berikut :
A. Dampak Positif Konflik
Bila upaya penanganan dan pengelolaan konflik karyawan dilakukan secara efisien dan efektif maka dampak positif akan muncul melalui perilaku yang dinampakkan oleh karyawan sebagai sumber daya manusia potensial dengan berbagai akibat seperti:
  1. Meningkatnya ketertiban dan kedisiplinan dalam menggunakan waktu bekerja, seperti hampir tidak pernah ada karyawan yang absen tanpa alasan yang jelas, masuk dan pulang kerja tepat pada waktunya, pada waktu jam kerja setiap karyawan menggunakan waktu secara efektif, hasil kerja meningkat baik kuantitas maupun kualitasnya.
  2. Meningkatnya hubungan kerjasama yang produktif. Hal ini terlihat dari cara pembagian tugas dan tanggung jawab sesuai dengan analisis pekerjaan masing-masing.
  3. Meningkatnya motivasi kerja untuk melakukan kompetisi secara sehat antar pribadi maupun antar kelompok dalam organisasi, seperti terlihat dalam upaya peningkatan prestasi kerja, tanggung jawab, dedikasi, loyalitas, kejujuran, inisiatif dan kreativitas.
  4. Semakin berkurangnya tekanan-tekanan, intrik-intrik yang dapat membuat stress bahkan produktivitas kerja semakin meningkat. Hal ini karena karyawan memperoleh perasaan-perasaan aman, kepercayaan diri, penghargaan dalam keberhasilan kerjanya atau bahkan bisa mengembangkan karier dan potensi dirinya secara optimal.
  5. Banyaknya karyawan yang dapat mengembangkan kariernya sesuai dengan potensinya melalui pelayanan pendidikan (education), pelatihan (training) dan konseling (counseling) dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Semua ini bisa menjadikan tujuan organisasi tercapai dan produktivitas kerja meningkat akhirnya kesejahteraan karyawan terjamin.

B. Dampak Negatif Konflik
Dampak negatif konflik , sesungguhnya disebabkan oleh kurang efektif dalam pengelolaannya yaitu ada kecenderungan untuk membiarkan konflik tumbuh subur dan menghindari terjadinya konflik. Akibatnya muncul keadaan-keadaan sebagai berikut:
  1. Meningkatkan jumlah absensi karyawan dan seringnya karyawan mangkir pada waktu jam-jam kerja berlangsung seperti misalnya ngobrol berjam-jam sambil mendengarkan sandiwara radio, berjalan mondar-mandir menyibukkan diri, tidur selama pimpinan tidak ada di tempat, pulang lebih awal atau datang terlambat dengan berbagai alasan yang tak jelas.
  2. Banyak karyawan yang mengeluh karena sikap atau perilaku teman kerjanya yang dirasakan kurang adil dalam membagi tugas dan tanggung jawab. Seringnya terjadi perselisihan antar karyawan yang bisa memancing kemarahan, ketersinggungan yang akhirnya dapat mempengaruhi pekerjaan, kondisi psikis dan keluarganya.
  3. Banyak karyawan yang sakit-sakitan, sulit untuk konsentrasi dalam pekerjaannya, muncul perasaan-perasaan kurang aman, merasa tertolak oleh teman ataupun atasan, merasa tidak dihargai hasil pekerjaannya, timbul stres yang berkepanjangan yang bisa berakibat sakit tekanan darah tinggi, maag ataupun yang lainnya.
  4. Seringnya karyawan melakukan mekanisme pertahanan diri bila memperoleh teguran dari atasan, misalnya mengadakan sabotase terhadap jalannya produksi, dengan cara merusak mesin-mesin atau peralatan kerja, mengadakan provokasi terhadap rekan kerja, membuat intrik-intrik yang merugikan orang lain.
  5. Meningkatnya kecenderungan karyawan yang keluar masuk dan ini disebut labor turn-over. Kondisi semacam ini bisa menghambat kelancaran dan kestabilan organisasi secara menyeluruh karena produksi bisa macet, kehilangan karyawan potensial, waktu tersita hanya untuk kegiatan seleksi dan memberikan latihan dan dapat muncul pemborosan dalam cost benefit.
Konflik yang tidak terselesaikan dapat merusak lingkungan kerja sekaligus orang-orang di dalamnya, oleh karena itu konflik harus mendapat perhatian. Jika tidak, maka seorang manajer akan terjebak pada hal-hal seperti:
  1. Kehilangan karyawan yang berharga dan memiliki keahlian teknis. Dapat saja mereka mengundurkan diri. Manajer harus menugaskan mereka kembali, dan contoh yang paling buruk adalah karena mungkin Manajer harus memecat mereka.
  2. Menahan atau mengubah informasi yang diperlukan rekan-rekan sekerja yang lurus hati agar tetap dapat mencapai prestasi.
  3. Keputusan yang lebih buruk yang diambil oleh perseorangan atau tim karena mereka sibuk memusatkan perhatian pada orangnya, bukan pada masalahnya.
  4. Kemungkinan sabotase terhadap pekerjaan atau peralatan. Seringkali dimaklumi sebagai faktor “kecelakaan” atau “lupa”. Namun, dapat membuat pengeluaran yang diakibatkan tak terhitung banyaknya.
  5. Sabotase terhadap hubungan pribadi dan reputasi anggota tim melalui gosip dan kabar burung. Segera setelah orang tidak memusatkan perhatian pada tujuan perubahan, tetapi pada masalah emosi dan pribadi, maka perhatian mereka akan terus terpusatkan ke sana.
  6. Menurunkan moral, semangat, dan motivasi kerja. Seorang karyawan yang jengkel dan merasa ada yang berbuat salah kepadanya tidak lama kemudian dapat meracuni seluruh anggota tim. Bila semangat sudah berkurang, manajer akan sulit sekali mengobarkannya kembali.
  7. Masalah yang berkaitan dengan stres. Ada bermacam-macam, mulai dari efisiensi yang berkurang sampai kebiasaan membolos kerja.
Strategi Mengatasi Konflik
Terdapat lima langkah meraih kedamaian dalam konflik. Apa pun sumber masalahnya, lima langkah berikut ini bersifat mendasar dalam mengatasi kesulitan:
  1. Pengenalan. Kesenjangan antara keadaan yang ada diidentifikasi dan bagaimana keadaan yang seharusnya. Satu-satunya yang menjadi perangkap adalah kesalahan dalam mendeteksi (tidak mempedulikan masalah atau menganggap ada masalah padahal sebenarnya tidak ada).
  2. Diagnosis. Inilah langkah yang terpenting. Metode yang benar dan telah diuji mengenai siapa, apa, mengapa, dimana, dan bagaimana berhasil dengan sempurna. Pusatkan perhatian pada masalah utama dan bukan pada hal-hal sepele.
  3. Menyepakati suatu solusi. Kumpulkanlah masukan mengenai jalan keluar yang memungkinkan dari orang-orang yang terlibat di dalamnya. Saringlah penyelesaian yang tidak dapat diterapkan atau tidak praktis. Jangan sekali-kali menyelesaikan dengan cara yang tidak terlalu baik. Carilah yang terbaik.
  4. Pelaksanaan. Ingatlah bahwa akan selalu ada keuntungan dan kerugian. Hati-hati, jangan biarkan pertimbangan ini terlalu mempengaruhi pilihan dan arah kelompok.
  5. Evaluasi. Penyelesaian itu sendiri dapat melahirkan serangkaian masalah baru. Jika penyelesaiannya tampak tidak berhasil, kembalilah ke langkah-langkah sebelumnya dan cobalah lagi.
Stevenin (1993 : 139-141) juga memaparkan bahwa ketika mengalami konflik, ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan di tengah-tengah konflik, yaitu:
  1. Jangan hanyut dalam perebutan kekuasaan dengan orang lain. Ada pepatah dalam masyarakat yang tidak dapat dipungkiri, bunyinya: bila wewenang bertambah maka kekuasaan pun berkurang, demikian pula sebaiknya.
  2. Jangan terlalu terpisah dari konflik. Dinamika dan hasil konflik dapat ditangani secara paling baik dari dalam, tanpa melibatkan pihak ketiga.
  3. Jangan biarkan visi dibangun oleh konflik yang ada. Jagalah cara pandang dengan berkonsentrasi pada masalah-masalah penting. Masalah yang paling mendesak belum tentu merupakan kesempatan yang terbesar.
Cara atau Taktik Mengatasi Konflik

A.Strategi Mengatasi Konflik Dalam Diri Individu (Intraindividual Conflict)
Untuk mengatasi konflik dalam diri individu diperlukan paling tidak tujuh strategi yaitu:
1) Menciptakan kontak dan membina hubungan
2) Menumbuhkan rasa percaya dan penerimaan
3) Menumbuhkan kemampuan /kekuatan diri sendiri
4) Menentukan tujuan
5) Mencari beberapa alternatif
6) Memilih alternatif
7) Merencanakan pelaksanaan jalan keluar

B. Strategi Mengatasi Konflik Antar Pribadi (Interpersonal Conflict)

Untuk mengatasi konflik dalam diri individu diperlukan paling tidak tiga strategi yaitu:

1) Strategi Kalah-Kalah (Lose-Lose Strategy)
Beorientasi pada dua individu atau kelompok yang sama-sama kalah. Biasanya individu atau kelompok yang bertikai mengambil jalan tengah (berkompromi) atau membayar sekelompok orang yang terlibat dalam konflik atau menggunakan jasa orang atau kelompok ketiga sebagai penengah.
Dalam strategi kalah-kalah, konflik bisa diselesaikan dengan cara melibatkan pihak ketiga bila perundingan mengalami jalan buntu. Maka pihak ketiga diundang untuk campur tangan oleh pihak-pihak yang berselisih atau barangkali bertindak atas kemauannya sendiri. Ada dua tipe utama dalam campur tangan pihak ketiga yaitu:
a. Arbitrasi (Arbitration)
Arbitrasi merupakan prosedur di mana pihak ketiga mendengarkan kedua belah pihak yang berselisih, pihak ketiga bertindak sebagai hakim dan penengah dalam menentukan penyelesaian konflik melalui suatu perjanjian yang mengikat.
b. Mediasi (Mediation)
Mediasi dipergunakan oleh Mediator untuk menyelesaikan konflik tidak seperti yang diselesaikan oleh abriator, karena seorang mediator tidak mempunyai wewenang secara langsung terhadap pihak-pihak yang bertikai dan rekomendasi yang diberikan tidak mengikat.

2) Strategi Menang-Kalah (Win-Lose Strategy)
Dalam strategi saya menang anda kalah (win lose strategy), menekankan adanya salah satu pihak yang sedang konflik mengalami kekalahan tetapi yang lain memperoleh kemenangan.
Beberapa cara yang digunakan untuk menyelesaikan konflik
dengan win-lose strategy, dapat melalui:
  • Penarikan diri, yaitu proses penyelesaian konflik antara dua atau lebih pihak yang kurang puas sebagai akibat dari ketergantungan tugas (task independence).
  • Taktik-taktik penghalusan dan damai, yaitu dengan melakukan tindakan perdamaian dengan pihak lawan untuk menghindari terjadinya konfrontasi terhadap perbedaan dan kekaburan dalam batas-batas bidang kerja (jurisdictioanal ambiquity).
  • Bujukan, yaitu dengan membujuk pihak lain untuk mengubah posisinya untuk mempertimbangkan informasi-informasi faktual yang relevan dengan konflik, karena adanya rintangan komunikasi (communication barriers).
  • Taktik paksaan dan penekanan, yaitu menggunakan kekuasaan formal dengan menunjukkan kekuatan (power) melalui sikap otoriter karena dipengaruhi oleh sifat-sifat individu (individual traits).
  • Taktik-taktik yang berorientasi pada tawar-menawar dan pertukaran persetujuan sehingga tercapai suatu kompromi yang dapat diterima oleh dua belah pihak, untuk menyelesaikan konflik yang berkaitan dengan persaingan terhadap sumber-sumber (competition for resources) secara optimal bagi pihak-pihak yang berkepentingan.
3) Strategi Menang-Menang (Win-Win Strategy)
Penyelesaian yang dipandang manusiawi, karena menggunakan segala pengetahuan, sikap dan keterampilan menciptakan relasi komunikasi dan interaksi yang dapat membuat pihak-pihak yang terlibat saling merasa aman dari ancaman, merasa dihargai, menciptakan suasana kondusif dan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi masing-masing dalam upaya penyelesaian konflik. Jadi strategi ini menolong memecahkan masalah pihak-pihak yang terlibat dalam konflik, bukan hanya sekedar memojokkan orang.

Strategi menang-menang jarang dipergunakan dalam organisasi dan industri, tetapi ada 2 cara didalam strategi ini yang dapat dipergunakan sebagai alternatif pemecahan konflik interpersonal yaitu:
  • Pemecahan masalah terpadu (Integrative Problema Solving) Usaha untuk menyelesaikan secara mufakat atau memadukan kebutuhan-kebutuhan kedua belah pihak.
  • Konsultasi proses antar pihak (Inter-Party Process Consultation) Dalam penyelesaian melalui konsultasi proses, biasanya ditangani oleh konsultan proses, dimana keduanya tidak mempunyai kewenangan untuk menyelesaikan konflik dengan kekuasaan atau menghakimi salah satu atau kedua belah pihak yang terlibat konflik

C. Strategi Mengatasi Konflik Organisasi (Organizational Conflict)

Ada beberapa strategi yang bisa dipakai untuk mengantisipasi terjadinya konflik organisasi diantaranya adalah:

1) Pendekatan Birokratis (Bureaucratic Approach)
Konflik muncul karena adanya hubungan birokratis yang terjadi secara vertikal dan untuk menghadapi konflik vertikal model ini, manajer cenderung menggunakan struktur hirarki (hierarchical structure) dalam hubungannya secara otokritas. Konflik terjadi karena pimpinan berupaya mengontrol segala aktivitas dan tindakan yang dilakukan oleh bawahannya. Strategi untuk pemecahan masalah konflik seperti ini biasanya dipergunakan sebagai pengganti dari peraturan-peraturan birokratis untuk mengontrol pribadi bawahannya. Pendekatan birokratis (Bureaucratic Approach) dalam organisasi bertujuan mengantisipasi konflik vertikal (hirarkie) didekati dengan cara menggunakan hirarki
struktural (structural hierarchical).

2) Pendekatan Intervensi Otoritatif Dalam Konflik Lateral (Authoritative Intervention in Lateral Conflict)
Bila terjadi konflik lateral, biasanya akan diselesaikan sendiri oleh pihak-pihak yang terlibat konflik. Kemudian jika konflik tersebut ternyata tidak dapat diselesaikan secara konstruktif, biasanya manajer langsung melakukan intervensi secara otoratif kedua belah pihak.

3) Pendekatan Sistem (System Approach)
Model pendekatan perundingan menekankan pada masalah-masalah kompetisi dan model pendekatan birokrasi menekankan pada kesulitan-kesulitan dalam kontrol, maka pendekatan sistem (system Approach) adalah mengkoordinasikan masalah-masalah konflik yang muncul.
Pendekatan ini menekankan pada hubungan lateral dan horizontal antara fungsi-fungsi pemasaran dengan produksi dalam suatu organisasi.

4) Reorganisasi Struktural (Structural Reorganization)
Cara pendekatan dapat melalui mengubah sistem untuk melihat kemungkinan terjadinya reorganisasi struktural guna meluruskan perbedaan kepentingan dan tujuan yang hendak dicapai kedua belah pihak, seperti membentuk wadah baru dalam organisasi non formal untuk mengatasi konflik yang berlarut-larut sebagai akibat adanya saling ketergantungan tugas (task interdependence) dalam mencapai kepentingan dan tujuan yang berbeda sehingga fungsi organisasi menjadi kabur.

D. Intervensi (campur tangan) pihak ketiga:
Apabila fihak yang bersengketa tidak bersedia berunding atau usaha kedua pihak menemui jalan buntu, maka pihak ketiga dapat dilibatkan dalam penyelesaian konflik.
  1. Arbitrase (arbitration): Pihak ketiga mendengarkan keluhan kedua pihak dan berfungsi sebagai “hakim” yang mencari pemecahan mengikat. Cara ini mungkin tidak menguntungkan kedua pihak secara sama, tetapi dianggap lebih baik daripada terjadi muncul perilaku saling agresi atau tindakan destruktif.
  2. Penengahan (mediation): Menggunakan mediator yang diundang untuk menengahi sengketa. Mediator dapat membantu mengumpulkan fakta, menjalin komunikasi yang terputus, menjernihkan dan memperjelas masalah serta mela-pangkan jalan untuk pemecahan masalah secara terpadu. Efektivitas penengahan tergantung juga pada bakat dan ciri perilaku mediator.
  3. Konsultasi: Tujuannya untuk memperbaiki hubungan antar kedua pihak serta mengembangkan kemampuan mereka sendiri untuk menyelesaikan konflik. Konsultan tidak mempunyai wewenang untuk memutuskan dan tidak berusaha untuk menengahi. la menggunakan berbagai teknik untuk meningkatkan persepsi dan kesadaran bahwa tingkah laku kedua pihak terganggu dan tidak berfungsi, sehingga menghambat proses penyelesaian masalah yang menjadi pokok sengketa.

Hal-hal yang Perlu Diperhati-kan Dalam Mengatasi Konflik:

  1. Ciptakan sistem dan pelaksanaan komunikasi yang efektif.
  2. Cegahlah konflik yang destruktif sebelum terjadi.
  3. Tetapkan peraturan dan prosedur yang baku terutama yang menyangkut hak karyawan.
  4. Atasan mempunyai peranan penting dalam menyelesaikan konflik yang muncul.
  5. Ciptakanlah iklim dan suasana kerja yang harmonis.
  6. Bentuklah team work dan kerja-sama yang baik antar kelompok/ unit kerja.
  7. Semua pihak hendaknya sadar bahwa semua unit/eselon merupakan mata rantai organisasi yang saling mendukung, jangan ada yang merasa paling hebat.
  8. Bina dan kembangkan rasa solidaritas, toleransi, dan saling pengertian antar unit/departemen/ eselon.




Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Multiple Intelligence


Teori kecerdasan ganda dikembangkan pada tahun 1983 oleh Dr Howard Gardner, profesor pendidikan di Harvard University. Ini menunjukkan bahwa gagasan tradisional intelijen, berdasarkan tes IQ, terlalu terbatas. Sebaliknya, Dr Gardner mengusulkan delapan kecerdasan yang berbeda untuk menjelaskan lebih luas potensi manusia pada anak-anak dan orang dewasa. Kecerdasan ini adalah:

  • KECERDASAN LINGUISTIK ("KATA PINTAR")

1. Mampu membaca, mengerti apa yang dibaca.

2. Mampu mendengar dengan baik dan memberikan respons dalam suatu komunikasi verbal.

3. Mampu menirukan suara, mempelajari bahasa asing, mampu membaca karya orang lain.

4. Mampu menulis dan berbicara secara efektif.

5. Tertarik pada karya jurnalism, berdebat, pandai menyampaikan cerita atau melakukan perbaikan pada karya tulis.

6. Mampu belajar melalui pendengaran, bahan bacaan, tulisan dan melalui diskusi, ataupun debat.

7. Peka terhadap arti kata, urutan, ritme dan intonasi kata yang diucapkan.

8. Memiliki perbendaharaan kata yang luas, suka puisi, dan permainan kata.

Profesi: pustakawan, editor, penerjemah, jurnalis, tenaga bantuan hukum, pengacara, sekretaris, guru bahasa, orator, pembawa acara di radio / TV, dan sebagainya.

  • KECERDASAN LOGIKA - MATEMATIKA ("ANGKA / PENALARAN PINTAR")

1. Mengenal dan mengerti konsep jumlah, waktu dan prinsip sebab-akibat.

2. Mampu mengamati objek dan mengerti fungsi dari objek tersebut.

3. Pandai dalam pemecahan masalah yang menuntut pemikiran logis.

4. Menikmati pekerjaan yang berhubungan dengan kalkulus, pemograman komputer, metode riset.

5. Berpikir secara matematis dengan mengumpulkan bukti-bukti, membuat hipotesis, merumuskan dan membangun argumentasi kuat.

6. Tertarik dengan karir di bidang teknologi, mesin, teknik, akuntansi, dan hukum.

7. Menggunakan simbol-simbol abstrak untuk menjelaskan konsep dan objek yang konkret.

Profesi: auditor, akuntan, ilmuwan, ahli statistik, analisis / programer komputer, ahli ekonomi, teknisi, guru IPA / Fisika, dan sebagainya.

  • KECERDASAN SPASIAL ("GAMBAR PINTAR")

1. Senang mencoret-coret, menggambar, melukis dan membuat patung.

2. Senang belajar dengan grafik, peta, diagram, atau alat bantu visual lainnya.

3. Kaya akan khayalan, imaginasi dan kreatif.

4. Menyukai poster, gambar, film dan presentasi visual lainnya.

5. Pandai main puzzle, mazes dan tugas-lugas lain yang berkaitan dengan manipulasi.

6. Belajar dengan mengamati, melihat, mengenali wajah, objek, bentuk, dan warna.

7. Menggunakan bantuan gambar untuk membantu proses mengingat.

Profesi: insinyur, surveyor, arsitek, perencana kota, seniman grafis, desainer interior, fotografer, guru kesenian, pilot, pematung, dan sebagainya.

  • KECERDASAN TUBUH-KINESTETIK ("BODY SMART")

1. Merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan dalam menggunakan tubuh kita secara trampil untuk mengungkapkan ide, pemikiran, perasaan, dan mampu bekerja dengan baik dalam menangani objek.

2. Memiliki kontrol pada gerakan keseimbangan, ketangkasan, dan keanggunan dalam bergerak.

3. Menyukai pengalaman belajar yang nyata seperti field trip, role play, permainan yang menggunakan fisik.

4. Senang menari, olahraga dan mengerti hidup sehat.

5. Suka menyentuh, memegang atau bermain dengan apa yang sedang dipelajari.

6. Suka belajar dengan terlibat secara langsung, ingatannya kuat terhadap apa yang dialami atau dilihat.

Profesi: ahli terapi fisik, ahli bedah, penari, aktor, model, ahli mekanik / montir, tukang bangunan, pengrajin, penjahit, penata tari, atlet profesional, dan sebagainya.

  • KECERDASAN MUSIK ("MUSIC SMART")

1. Menyukai banyak jenis alat musik dan selalu tertarik untuk memainkan alat musik.

2. Mudah mengingat lirik lagu dan peka terhadap suara-suara.

3. Mengerti nuansa dan emosi yang terkandung dalam sebuah lagu.

4. Senang mengumpulkan lagu, baik CD, kaset, atau lirik lagu.

5. Mampu menciptakan komposisi musik.

6. Senang improvisasi dan bermain dengan suara.

7. Menyukai dan mampu bernyanyi.

8. Tertarik untuk terjun dan menekuni musik, baik sebagai penyanyi atau pemusik.

9. Mampu menganalisis / mengkritik suatu musik.

Profesi: DJ, musikus, pembuat instrumen, tukang stem piano, ahli terapi musik, penulis lagu, insinyur studio musik, dirigen orkestra, penyanyi, guru musik, penulis lirik lagu, dan sebagainya.

  • KECERDASAN INTERPERSONAL ("ORANG PINTAR")

1. Memiliki interaksi yang baik dengan orang lain, pandai menjalin hubungan sosial.

2. Mampu merasakan perasaan, pikiran, tingkah laku, dan harapan orang lain.

3. Memiliki kemampuan untuk memahami orang lain dan berkomunikasi dengan efektif, baik secara verbal maupun non-verbal.

4. Mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kelompok yang berbeda, mampu menerima umpan balik yang disampaikan orang lain, dan mampu bekerja sama dengan orang lain.

5. Mampu berempati dan mau mengerti orang lain.

6. Mau melihat sudut pandang orang lain.

7. Menciptakan dan mempertahankan sinergi.

Profesi: administrator, manager, kepala sekolah, pekerja bagian personalia / humas, penengah, ahli sosiologi, ahli antropologi, ahli psikologi, tenaga penjualan, direktur sosial, CEO, dan sebagainya.

  • KECERDASAN INTRAPERSONAL ("SELF SMART")

1. Mengenal emosi diri sendiri dan orang lain, serta mampu menyalurkan pikiran dan perasaan.

2. Termotivasi dalam mengejar tujuan hidup.

3. Mampu bekerja mandiri, mengembangkan kemampuan belajar yang berkelanjutan dan mau meningkatkan diri.

4. Mengembangkan konsep diri dengan baik.

5. Tertarik sebagai konselor, pelatih, filsuf, psikolog atau di jalur spiritual.

6. Tertarik pada arti hidup, tujuan hidup dan relevansinya dengan keadaaan saat ini.

7. Mampu menyelami / mengerti kerumitan dan kondisi manusia.

Profesi: ahli psikologi, ulama, ahli terapi, konselor, ahli teknologi, perencana program, pengusaha, dan sebagainya.

  • KECERDASAN NATURALIS ("ALAM PINTAR")

1. Suka mengamati, mengenali, berinteraksi, dan peduli dengan objek alam, tanaman atau hewan.

2. Antusias akan lingkungan alam dan lingkungan manusia.

3. Mampu mengenali pola di antara spesies.

4. Senang berkarir di bidang biologi, ekologi, kimia, atau botani.

5. Senang memelihara tanaman, hewan.

6. Suka menggunakan teleskop, komputer, binocular, mikroskop untuk mempelajari suatu organisme.

7. Senang mempelajari siklus kehidupan flora dan fauna.

8. Senang melakukan aktivitas outdoor, seperti: mendaki gunung, scuba diving (menyelam).

Profesi: dokter hewan, ahli botani, ahli biologi, pendaki gunung, pengurus organisasi lingkungan hidup, kolektor fauna / flora, penjaga museum zoologi / botani dan kebun binatang, dan sebagainya.

Dr Gardner mengatakan bahwa sekolah dan budaya kita memfokuskan sebagian besar perhatian mereka pada kecerdasan linguistik dan logis-matematis. Kita menghargai orang yang sangat mengartikulasikan atau orang logis dari budaya kita. Namun, Dr Gardner mengatakan bahwa kita juga harus memberikan perhatian yang sama pada individu yang menunjukkan kelebihan dalam kecerdasan lain: para seniman, arsitek, musisi, naturalis, desainer, penari, terapis, pengusaha, dan lainnya yang memperkaya dunia di mana kita hidup . Sayangnya, banyak anak yang memiliki karunia-karunia ini tidak menerima pendidikan yang sesuai untuk mereka di sekolah. Banyak dari anak-anak, pada kenyataannya, akhirnya dicap " Anak yang Sulit memusatkan perhatian," "ADD (attention deficit disorder)," atau hanya berprestasi rendah, ketika cara yang unik mereka berpikir dan belajar yang tidak ditangani oleh kelas linguistik atau logis-matematis Teori kecerdasan ganda mengusulkan. sebuah transformasi besar dalam cara sekolah kami berjalan. Hal ini menunjukkan bahwa guru akan dilatih untuk hadir pelajaran mereka dalam berbagai cara menggunakan musik, pembelajaran kooperatif, kegiatan seni, bermain peran, multimedia, kunjungan lapangan , refleksi batin, dan banyak lagi. Kabar baiknya adalah bahwa teori kecerdasan ganda telah meraih perhatian banyak pendidik di seluruh negeri, dan ratusan sekolah sedang menggunakan filosofi untuk mendesain ulang cara itu mendidik anak-anak. Kabar buruknya adalah bahwa ada ribuan sekolah di luar sana masih banyak yang mengajar dengan cara yang membosankan, melalui ceramah kering, lembar kerja membosankan dan buku.

Teori kecerdasan ganda juga memiliki implikasi yang kuat untuk belajar dewasa. Banyak orang dewasa menemukan dirinya dalam pekerjaan yang tidak memanfaatkan optimal kecerdasan mereka yang paling sangat berkembang (misalnya, individu sangat kinestetik-jasmani yang terjebak dalam pekerjaan-meja linguistik atau logis ketika ia akan jauh lebih bahagia dalam pekerjaan di mana mereka bisa bergerak di sekitar, seperti sebagai pemimpin rekreasi, penjaga hutan, atau terapis fisik). Teori kecerdasan ganda dewasa memberikan cara baru untuk melihat kehidupan mereka, memeriksa potensi yang mereka tinggalkan di masa kecil mereka (seperti kasih seni atau drama). Dan sekarang ini banyak orang yang mulai menyadari bahwa mereka memiliki kesempatan untuk mengembangkan melalui kursus, hobi, atau lainnya program pengembangan diri. Kita semua berbeda karena kita semua memiliki kombinasi kepandaian yang berbeda. Bila kita mampu mengenalinya, saya kira kita akan mempunyai setidaknya sebuah kesempatan yang bagus untuk mengatasi berbagai masalah yang kita hadapi di dunia.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer